iBlogMarket

IBX5B704C1A0281C

TRAVELANOVA'S HOLIDAY IN THAILAND (PART 1)


This story is written in Bahasa (with slang words), if you couldn’t understand Bahasa and need an assistance about trip to Thailand, you can comment in the below or email me. Thank you!

Akhirnya jadi juga tulisan tentang liburan ke Thailand ini. Sebenarnya liburannya udah dari tanggal 10-14 Oktober yang lalu, tapi karena kesibukan tiap weekend dan juga November kemarin ada ujian Actuary, gw memutuskan untuk menunda menulis blog liburan Thailand itu setelah ujian. Sulitnya, gw harus inget-inget nih detail liburan kemarin which is ini lumayan berat sih karena ingatan gw kaya ikan dori. Haha. But however, I will try to share you with full of my heart. Tsah.

Liburan kali ini gw mau mengucapkan terima kasih kepada komunitas travelling yang gw ikuti, yaitu Travel More yang selalu memberikan info-info tiket murah dan juga info travelling yang bermanfaat lainnya. Kemudian kepada Best Bella Pattaya Hotel dan Metro Pratunam Hotel atas pelayanan yang sangat baik kepada kami. Kepada Thai Lion Air yang telah mengantarkan kami kembali ke Indonesia dengan selamat. Dan tentu gw juga mau mengucapkan THANK YOU buat SQUAD gw, TRAVELANOVA, selama di Thailand ini, Nunu, Ocem, Fathmah, dan Inka. We made it guys!

Liburan ke Thailand kemarin banyak memberikan cerita. Banyak orang bilang liburan ke Thailand biasa aja, “ya paling ke temple-temple doang, pantainya juga bagusan Indonesia”. Namun, bagi gw, setiap perjalanan jalan-jalan yang gw lakuin ga hanya sekadar mencari tempat bagus. Apalagi travelling ke luar negeri adalah kesempatan untuk belajar dan membuka wawasan baru. Seperti liburan gw ke Singapore tahun lalu, gw belajar bagaimana tertibnya warga Singapore dan melihat rapinya tata kota di sana. Sepulang dari SG, gw menerapkan kebiasaan baik orang Singapore di diri gw sendiri. Begitupun dengan perjalanan gw ke Negeri Gajah ini. Karena liburan gw bertepatan dengan peringatan kematian Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, gw melihat bagaimana sosok raja yang sangat dicintai oleh warganya. Gw ga bisa menuliskan bagaimana ambiance saat itu, tapi gw liat sendiri saat hampir setiap tempat memasang karangan bunga dan foto Raja Thailand di depan toko atau lobby hotel. Mereka berdoa dengan khusyuk bahkan beberapa orang meneteskan air mata. Hampir setiap orang mengenakan pakaian hitam-hitam waktu keluar rumah di hari tepat peringatan kematian Raja Bhumibol. Pokoknya, Thailand banyak memberikan moment-moment tak terlupakan, termasuk bagaimana keseruan naik Tuk Tuk berlima ala-ala Fast & Furious. Haha.

Tulisan ini akan dibagi menjadi 2 part, yaitu Part 1 berisi tentang liburan gw di Pattaya dari tanggal 10-11 Oktober 2017 dan Part 2 berisi tentang liburan gw di Bangkok dari tanggal 12-14 Oktober 2017. Tulisan ini akan menjadi tulisan yang panjang, segera siapkan popcorn Anda!, karena gw akan berikan informasi dengan detail bukan hanya tempat yang kita kunjungi, tapi rekomendasi-rekomendasi lainnya. Gw juga akan post itinerary dan budget estimation dalam bentuk PDF untuk teman-teman supaya bisa membantu buat mencari inspirasi kalau mau berlibur juga ke Bangkok-Pattaya (di Part 2).

Sebelum mulai, yuk kita kenalan dengan para personil liburan Bangkok – Pattaya ini! Cihuy!

Rizky Ardinsyah (IG Name: @rizkyardinsyah)
Kata yang lainnya, gue ini orang yang paling rajin dan sibuk mengurusi liburan ini mulai dari jadwal, baju OOTD, dan perintilan lainnya. Moslem bilang dia sungguh bahagia jalan-jalan bareng gue, karena semuanya sudah diatur dengan rapi. Well ini agak narsis sebenernya. Wkwk, Tapi Ocem (panggilan lainnya) lah yang membuat gue juga menderita selama di hotel Pattaya karena dia selalu narik-narik selimut yang cuma satu di kasur gw sama Ocem. Ga paham sih padahal itu selimut gede, bisa berdua, tapi dia tamak. Kezel.

Fathmah Sutawati (IG Name: @fathmaah)
Fathmah adalah orang yang fotogenik. Bisa dilihat dari foto-nya yah. Haha. Selama di Bangkok dan Pattaya, Fathmah dikenal sebagai perampok 7Eleven. Karena dia mencuci semua persediaan bedak BB Ponds Magic di seluruh 7Eleven yang dia kunjungi demi memenuhi pesanan para customer-nya. Orangnya suka random dan tukang ngikut. Tapi dia adalah orang paling berjasa buat gue, karena dia mau gue titipin satu koper, saat salah satu koper gue sudah mencapai berat 16kg. Wkwkwk.


Inka Tiara Putri  (IG Name: @inkatiaraputri)
Anak yang baru mendapat status jomblo sebelum berangkat ini, sebenarnya sekitar dua bulan sebelum perjalanan ini pergi juga ke Bangkok sama orang kantornya. Well, dia tetep rela pergi lagi dengan kita, apalagi dia harus bersama lima hari dengan ****. Wkwkwk. Inka cukup menjadi kompas bagi kita. Orang yang paling perhatian juga. Tapi agak ceroboh, bajunya bisa kena kuah Tomyam sampai dua kali. Ibarat keledai, terjatuh ke lubang yang sama. LOL. Apa yang paling terkenal dari Inka selama di Thailand? Ga poop. That's it! Haha. 

Moslem Afrizal  (IG Name: @moslemafrizal)
Inilah sosok dibalik foto-foto kece gue dan yang lainnya selama di Thailand. Ocem adalah fotografer handal. Sayang masih jomblo. Yuk disorder sis! (Lha?) Haha. Orangnya ngikut aja kemana-mana, yaiyalah secara Ocem adalah orang terkaya selama di Thailand. Jadi hal ini baru kita ketahui setelah kita minta tolong Ocem untuk tarik tunai dari ATM Mandiri-nya saat kita semua sudah kehabisan Thailand Baht di hari terakhir. Pas struk sudah keluar, dia ga langsung ambil. Yaudah kita ambil dan intip sisa saldonya. Awalnya biasa aja (karena masih dalam Baht), tapi pas kita kalkulasikan ke rupiah, baru deh terkejut wadiwaw. Hahahaha. Langsung kita sujud-sujud di kaki Om Ocem. “Om jajanin om di Gallery Lafayette.” Apalah arti barang-barang di Lafayette, topinya aja Balenciaga. Wkwkwk.

Nugraha Ramadhan  (IG Name: @ramadhan_2393)
Orang yang jidad-nya paling lebar di antara kita, karena paling jenius juga sih. Baru mendapat status jomblo sebelum berangkat, eh kok samaan ya sama yang tadi wkwkwk. Jangan-jangan ada apanya. Nunu paling ga bisa banget menahan laper, bisa sih, tapi langsung jadi cranky. Kalau udah mulai laper, kita harus segera cari tempat makan, walaupun itu hanya sebuah McDonalds. Haha, Tapi orangnya sih baik banget. Suka menalangi segala jajanan gue, tapi saat tutup buku paling happy kalau orang-orang sudah bayar utang. -_- Oiya, kebalikan dari Inka, Nunu adalah orang yang paling suka menandai keberadaannya di suatu tempat dengan poop. Hahaha.


AIRLINES & MISCELLANEOUS PREPARATION

Berbeda kalau kita jalan-jalan di dalam Negeri yang bisa aja pergi dengan random, tanpa persiapan atau semacamnya yang dadakan, tapi kalau kita mau berlibur dengan damai sentosa ke luar negeri, kita harus benar-benar mempersiapkannya dengan matang. Mulai dari paspor, itinerary, budget estimation, sampai keperluan-keperluan peretelan lainnya yang menunjang liburan kita. Untungnya gw udah pernah berlibur ke Singapore tahun 2016 lalu, jadi liburan kali ini ga perlu lagi mengurus paspor.

Nah untuk tiket liburan, biasanya gw dan temen-temen selalu mencari tiket murah. Kalau ada promo tiket pesawat, langsung deh kita standby buat beli. Kemana aja yang murah. Haha. Namanya promo biasanya tiketnya kan buat jauh-jauh hari, nah jadi kita punya kesempatan buat nabung dan mempersiapkan segalanya. Tiket liburan ke Thailand ini gw udah beli dari sekitar bulan Februari atau Maret, berarti sekitar 7-8 bulan sebelum keberangkatan. Ini dibilang lebih singkat daripada waktu liburan ke Singapore. Beli tiket Maret 2015, berangkat liburan Maret 2016. Hahaha. (Keburu lupa mau liburan malah ini)

Thai Lion Air
Airline yang kami gunakan adalah Thai Lion Air. Gw dapet harga IDR 1,548,000/orang untuk return ticket. Harga ini cukup murah sih, karena biasanya tiket PP Thailand itu sekitar 2 juta rupiah. Harga promo terendah yang pernah gw temukan ada di kisaran 1.2 juta rupiah, tapi itu sangat jarang sekali. Tiket pesawat gw rekomendasikan beli di Traveloka, karena biasanya lebih murah dan bisa mendapat promo tambahan dari beberapa bank. Juga kita bisa melakukan cicilan 0%. Bagaimana rasanya Thai Lion Air? Ya, jangan dibandingkan sama Garuda Indonesia apalagi Singapore Airline ya, pasti rasanya beda. Haha. Namanya juga LCC (Low Cost Carrier). Memang awalnya sempet khawatir karena ga lama gw pesen tiket, masalah Lion Air booming. Tapi ketika gw tanya di grup travelling (Travel More) yang gw ikuti itu, beberapa bilang Thai Lion Air masih cukup direkomendasikan lah. Waktu itu, keberangkatan dan pulang pun kami ga delay. Terus enaknya, kalau pakai Thai Lion Air bisa dapet free baggage 20kg untuk tiap keberangkatan. Lumayan. Hehe.

Hal lain yang perlu disiapkan adalah itinerary dan budget planning. Ini bagian terpenting agar perjalanan kita lebih terschedule dengan jelas dan ga buang-buang waktu. Nanti gw akan post ini di Part 2 yah.

Nextdownload aplikasi Splitwise. Apa sih splitwise? Nah buat kalian yang suka jalan-jalan sama temen-temen, aplikasi ini cukup gw rekomendasikan. Biasanya kalau jalan-jalan kan kita suka ribet ya menghitung uang yang keluar atau dipinjam sama temen kita. “Eh ini beli pake uang lu dulu ya. Gw ga ada uang kecil nih.” atau “Gw pinjem uang lu dulu ya, gw ga ada pecahan Baht kecil nih. Abangnya ga ada kembalian.” Nah Splitwise membantu kita dalam mengelola keuangan liburan kita. Semua orang yang ikut berlibur harus punya dulu aplikasinya, nanti semuanya kita invite dan dimasukkan dalam satu grup. Nanti kalau teman kita pinjem uang, kita tinggal update aja di aplikasi. Misal si A pinjam THB 20 baht ke si B. Si B mencatat utang si A itu di aplikasi Splitwise, tulis juga keterangannya biar nanti ga lupa transaksi apaan, misal buat beli Goreng Ayam. Nanti secara otomatis, di aplikasi si A juga muncul liability dia ke si B. Nah, kalau kita, tiap malem selalu tutup buku, yang artinya pelunasan segala utang-piutang supaya ga menumpuk atau pusing sendiri. LOL. Terus kita ga perlu repot menjumlahkan masing-masing, karena Splitwise akan menghitung summary-nya. Semisal si B juga hari itu sempat meminjam uang ke si A, contoh THB 10. Di akhir Splitwise hanya akan mencatat sisa utang A ke B sebesar THB 10. Praktis kan? Kalau menurut gw pribadi dan teman-teman sih aplikasi ini bener-bener membantu kita saat tutup buku tiap malemnya. Haha.


Aplikasi Splitwise


DAY 1 IN PATTAYA

Domestic Departure of Don Mueang Bangkok Airport
Perjalanan dari Jakarta ke Don-Mueang Bangkok itu sekitar 3 jam, dan sebagai pengingat juga bahwa waktu di Jakarta dan Thailand itu ga ada perbedaan waktu ya guys. Jadi ga ada deh yang namanya jetlag atau buat yang Muslim, waktu sholat juga jadi ga pusing. Hehe. Bandara Don-Mueang untuk International Arrival-nya dibilang kurang bagus, masih bagusan Stasiun KRL Palmerah guys, seriously. Haha. Untuk foto di atas, itu Terminal 1 Domestic Departure Don-Mueang Airport. Ya, jadi memang bagusan Domestic Departure-nya daripada International Departure. Aneh? Ya, sama gw juga bingung. :D

Buat yang Muslim, kalau mau sholat, musholla-nya ada deket Gate 1. Jadi jalan sampai ke ujung, nanti ada foodcourt juga deket situ, kaya Subway dan Halal Food, nah mushollanya ada di seberangnya.

Terus, biar kalian tetep update selama liburan. Biar bisa Instagram stories-an, di bandara kalian bisa beli kartu DTAC. Ada khusus yang jual pas tadi keluar dari International Departure. Harganya cukup murah kok, kaya sekitar 60rb-an deh kalau dikonversi ke rupiah. Mereka juga akan bantu buat mindahin kartunya dan proses aktivasi, pokoknya sampai siap pakai. Nah, di sini nih kita ketipunya. Katanya sih itu Unlimited, terus gw pake seenak jidad selama di Thailand. Eh taunya di akhir hari ketiga abis. Ternyata itu Cuma 2Gb. Huft. Ya selanjutnya gw nebeng WiFi si tajir Moslem yang pakai XL Pass, ikut patungan Rp50rb buat bayar roaming XL Pass-nya (200rb buat 7 hari). Untuk informasi XL Pass ini, silakan cek disini.

Hari pertama dan kedua gw dan teman-teman akan habiskan di Pattaya, jadi dari bandara kita langsung naik bus menuju Pattaya. Dari depan Terminal 1, kita naik bus nomor A1 dengan rute Don Mueang – BTS Mo Chit – Terminal Bus Mo Chit 2/Terminal Cha Tu Chak. Di sini kemampuan Bahasa tubuh kalian akan diuji, perlu gw kasih tahu ya kalau mostly orang Thailand itu ga bisa ngomong Inggris, even susah juga nemuin pegawai bandara yang bisa ngomong Inggris. Jadi kalian cukup mengatakan satu kata aja sebagai keyword, ga perlu bicara satu kalimat dengan grammar yang lengkap. Haha. 

Suasana di dalam bus A1 (kiri) dan tiket bus A1 (kanan)
Nah foto di atas adalah bus A1 yang saya maksud, busnya mirip kopaja sih sekilas yah, tapi ini AC. Jadi ga panas. Hehe. Biaya naik bus ini adalah THB 30, kurs yang kami dapat THB 1 = IDR 408, jadi harga tiket bus ini sekitar IDR 12,000. Kita naik aja dulu, bayarnya di dalam ke kenek-nya. Nanti kalau udah bayar, kita bakal dikasih tiketnya kaya gambar yang di samping itu. Untuk ke Pattaya kita perlu naik bus dua kali. Yang pertama naik bus ini sampai Terminal Cha Tu Chak itu. Ingat kalian jangan turun di BTS Mo Chit ya, karena mostly orang-orang akan turun di pemberhentian itu. Kita naik terus sampai ujung. Ini adalah foto Terminal yang dimaksud.

Terminal Mo Chit 2 / Bus Terminal Chatuchak
Disini kita lanjut naik bus menuju Pattaya. Untuk naik bus ini, kita perlu beli tiket dulu. Nanti di dalam terminal kamu akan menemukan banyak loket, nah pilih loket yang di dalam ya. Harganya sekitar THB 117. Tiketnya kaya gini:

Tiket Bus ke Pattaya
Bus berangkat sesuai jam keberangkatan. Waktu itu kita menunggu hampir satu jam untuk keberangkatan selanjutnya. Tapi tenang, di terminal ini ada ruang tunggunya, dan banyak toko-toko makanan ataupun 7Eleven. Jadi kalau lapar atau haus, kita bisa jajan dulu di sana. Oiya, bus ke Pattaya itu nomor bus 48-8 dengan pemberhentian bus no. 78 (coba liat di atas bus itu, ada nomor kecil tuh yang memberikan informasi bahwa itu nomor pemberhentian busnya). Lama perjalanan dari Bangkok – Pattaya lumayan lama sih, sekitar 3 jam. Jadi kita bisa sambil tidur juga karena kan sampe pemberhentian terakhir. Bus-nya lumayan nyaman kok, kaya bus antarkota Jakarta – Bandung. Mereka juga memberikan layanan bagasi untuk titip koper atau tas besar.

Bus 48-8 rute Bangkok-Pattaya

Mengukir Cerita di Pattaya

Bus 48-8 berhenti di Terminal Bus Pattaya. Dari sana, kita lanjut naik Songthaew, salah satu kendaraan khas thailand yang mirip mobil razia Satpol PP versi mini. Kalau harganya sih tembak-tembakkan ya sama supirnya.  Kemarin kita bayar THB 50/orang, tapi langsung dianter sampe depan hotel. Supirnya juga baik, so we were enjoy the Songthaew. 😆

Best Bella Pattaya Hotel adalah pilihan tempat menginap kita selama di Pattaya. Pesan di Agoda. Hotel ini gw sangat rekomendasikan untuk kalian lho. Dari pertama masuk aja, lobby-nya luas dan interiornya lucu. Terus tempatnya strategis dan dekat keramaian juga. Dekat dengan Museum Teddy Bear dan Alcazar Carbaret Show. Tapi untuk ke hotel ini, kita perlu jalan dulu sedikit dari tengah jalan. Ga jauh lah, cuma 5-7 menit. Karena kita ber-lima, dua perempuan dan tiga laki-laki, jadi kami pesan dua kamar. Kita dapat harga sekitar IDR 1.275 juta per kamar (untuk yang bertiga) dan IDR 868,000 (untuk yang berdua) untuk dua malam, but actually kamarnya sama aja sih. Mungkin karena bertiga, jadi dikenakan charge aja. Kamarnya luas, ada 1 double-bed dan 1 single-bed. Fasilitas lainnya: TV, AC, Balkon, Sofa, Meja Rias, Air Hangat, Wifi, Swimming Pool, dan Bathtub. Lengkap banget kan? Menurut kita sih, dengan fasilitas seperti ini, parah, murah banget.

Kamar di Best Bella Pattaya Hotel

Dokumentasi unboxing Best Bella Pattaya Hotel (by Fathmah):



Rencananya setelah sampai hotel, gw mau lanjut ke Sanctuary of Truth, tapi karena sampainya kesorean, kita tunda besok aja. Hari itu kita Cuma pergi makan malem dan nonton Alcazar Carbaret Show. Tiket udah kita pesen waktu di Indonesia (tepatnya beli online di Hotels2Thailand) supaya dapet harga murah. Hotels2Thailand ini cukup direkomendasikan juga loh dari beberapa blogger, jadi cukup aman. Dan mau beli tiket apapun ada di situ. Harga tiket yang kita beli adalah THB 750 atau IDR 310ribu per orang untuk Tiket VIP. Kita beli tiket VIP karena harganya ga jauh beda dengan tiket normal (kaya cuma beda 40rb aja). Nanti kalau udah beli, bukti tiket onlinenya tinggal kita tunjukkan ke resepsionis untuk mendapatkan posisi tempat duduknya. Jadi jenis tiket VIP atau bukan itu hanya menentukan barisan tempat duduk saja, gw dapat tempat di podium bawah dan barisan kedua dari bawah, jadi jelas banget karena dekat dengan panggung. Nah, karena tempat pertunjukkannya ada di seberang McDonalds, jadi kalau kita belum sempat makan malam, bisa deh makan malam dulu di McDonalds. Budget makannya sekitar THB 100-150.

Tiket Alcazar Carbaret Show

Bagaimana kesan menonton Alcazar Carbaret Show? Mau tau?

Alcazar Carbaret Show adalah pertunjukkan semacam opera yang dimainkan oleh para ladyboy Thailand. Jujur saja sih, pertunjukkan yang berlangsung selama 1 jam 30 menit ini sangat gw acungi jempol. Pertunjukkannya sangat menarik dan ga monoton sama sekali, karena mereka selalu berganti-ganti tema pertunjukkan dalam 90 menit itu. Ga ada larangan untuk merekam pertunjukkan, tapi diusahakan tidak menggunakan flash atau merekam dengan sangat lama. Kalau iya, pasti nanti akan ada petugas yang langsung mendatangi kalian. Buat yang penasaran, gw kasih ya cuplikan video-nya ya di Channel Youtube gw. (Click Here)

Salah satu scene dalam pertunjukan Alcazar Carbaret Show
Setelah pertunjukkan usai, para ladyboy akan keluar gedung pertunjukkan, dan mereka akan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk foto bareng. Eitss! Tidak gratis! Bayar THB 40. Hahaha. Pengunjung bisa milih mau berfoto ria bersama yang wanita – ups pria – ups wanita – ah sudahlah – yang kalian suka. Untungnya boleh lebih dari sekali jepret loh.

Rizky berfoto dengan salah satu ladyboy yang
tergabung dalam Alcazar Carbaret Show.
Selesai nonton pertunjukkan Alcazar, kita lanjut balik ke hotel. Tutup buku. Lalu istirahat. Maklum, hari pertama setelah melalui perjalanan panjang. Kita perlu mempersiapkan tenaga untuk hari selanjutnya! Yey!


DAY 2 IN PATTAYA

Selalu, selalu, kesiangan, dan agak males-malesan mandi. Liburan kali ini pun begini lagi. Apalagi hotelnya super cozy banget. Bayangin di luar jendela kan ada balkon gitu, dengan dua kursi santai yang terbuat dari kayu. Pemandangan kolam renang hotel dan sebagian sudut kota Pattaya yang keren banget apalagi waktu sunset. Ini bikin kita pengen stay di hotel jadi agak lama gitu haha. Pengen berenang juga. Thanks deh Best Bella Pattaya Hotel! Love banget! Tapi sayang karena udah lewat sedikit dari schedule, kita harus buru-buru pergi ke Sanctuary of Truth yang kemarin gagal. Kita pun cuma sempet sarapan popmie aja. Nah buat kalian, ada namanya restaurant Kokette. Dia French restaurant gitu, kaya ada menu roasted chicken-nya, dan ini bisa delivery. Jadi kalau kalian mau jadikan ini buat sarapan ataupun supper. Kalian bisa order dengan telepon ke 065-643-8951. Halal!

Perjalanan ke Sanctuary of Truth kita adalah dengan menggunakan Grabcar! Yashh! Di Thailand ada Grabcar guys. And you know what? We were like really lucky at that time, karena waktu di terminal Mochit kita sempat dikasih leaflet gitu buat promo Grab dapet potongan 75THB buat tiga kali. Hehe.

Promo Grab
Untungnya kita dapet mobil yang cukup besar, jadi muat deh berlima. Supirnya juga baik, terus kita berlima diizinin (kan biasanya berempat tuh). Lokasi Sanctuary of Truth ini ga jauh dari hotel kita, ya sekitar 30 menit. Tapi maaf nih lupa berapa biaya grabnya, kayanya THB 200 sebelum potongan. Nah perlu kalian tau juga kalau di Pattaya ini kota yang ga terlalu macet, ga kaya di Bangkok. Jadi perjalanan bisa lebih cepet.

Sesampainya di Sanctuary of Truth, kita beli tiket dulu. Harga tiketnya cukup mahal, yaitu THB 500/orang. Oke ada apa di sana dan apakah cukup direkomendasikan? Look the review in the below ya!

Sanctuary of Truth

Sanctuary of Truth, terletak di Pattaya bagian utara.
Tempat ini adalah semacam temple yang sangat besar dan indah. Letaknya di pinggir pantai. So, kita bisa liat pantai di samping temple ini. Sayangnya kita gabisa main di pantainya karena wilayah Sanctuary of Truth ini sudah dipagar tembok. Sebelum masuk wilayah temple, ada beberapa wahana yang bisa kita nikmati seperti naik kuda. Kemudian di dalam wilayah Sanctuary of Truth juga ada naik gajah. Tapi sayangnya, semua harga wahana terpisah. Kita harus bayar lagi tiap wahana yang mau kita coba.

Nah ini sih menurut gw yang disayangkan dari tempat ini. Kita saranin kalau kalian punya budget terbatas, lebih baik take out Sanctuary of Truth ini dari list kalian. Karena dengan harga Rp200rb itu kalian hanya dapat masuk temple aja, gabisa coba wahana lain. Kecuali kalian punya budget lebih, kalian boleh deh cobain Sanctuary of Truth ini, karena templenya memang keren.

Rizky - Inka - Ocem - Fathmah - Nunu
Selanjutnya kita akan pergi ke Pattaya Floating Market. Oya jadi supir grab kita itu sebelumnya menawarkan jasa pengantaran ke destinasi selanjutnya. Dia bilang kalau di Sanctuary of Truth mungkin akan susah dapetin Grab lagi. Ya memang, jadi Sanctuary of Truth ini tempatnya agak pinggiran kota gitu. Kita terima aja, dan dia mau menunggu kita untuk explore Sanctuary of Truth selama kurang lebih 1.5jam. Nah ini gw agak lupa deh berapa biaya, dan kebetulan catetannya pun ga ada di Splitwise. Sepanjang jalan kita kenalan sama driver-nya, karena dia ramah banget. Beruntung ­driver­-nya bisa sedikit-sedikit Bahasa Inggris, jadi kita bisa sedikit ngobrol-ngobrol juga tentang Pattaya. Namanya phi Tee. Kalau kalian mau pakai jasa phi Tee, gw ada kartu namanya nih:

Kartu nama phi Tee
Perjalanan ke Pattaya Floating Market pun ga macet, kurang dari sejam deh. Kedatangan kita pun pas banget waktunya makan siang, jadi sesampainya di sana kita langsung siap-siap berburu lunch!


Pattaya Floating Market


Pattaya Floating Market
Merupakan pasar tradisional yang dikemas secara modern, letaknya terapung di atas kaya danau gitu. Tapi tenang bukan berarti kita bakal naik perahu ya sepanjang di dalam Pattaya Floating Market, karena di sini juga ada bangunan-bangunannya yang terbuat dari kayu atau bambu. Untuk masuk ke Floating Market ini kita harus bayar lagi guys! Haha. Inilah salah satu alasan yang membuat duit kita akan cepat terkuras di Thailand, karena mostly tempat wisata di Thailand itu bayar tiket masuk. Tiket masuk untuk turis asing pun mahal, bisa berkali-kali lipat dari harga tiket wisatawan lokal. Padahal untuk warga Thailand, Pattaya Floating Market ini gratis, tapi untuk turis asing, kita bayar THB 100/orang. Oke kita masuk deh, dan berpisah dengan phi Tee. Bhay phi Tee! Ini adalah pertemuan terakhir kita dengan phi Tee yang baik hati, tapi nanti kita bakal pakai jasa phi Tee lagi. Kapan? Stay tune terus sampai akhir! Haha.

Guys hati-hati kalau kalian di Pattaya Floating Market! Karena uang kalian bisa saja terkuras karena ingin belanja! Haha. Rasa laper kita aja sempet ketunda berkali-kali karena mampir toko A, B, C, D, dan berkali-kali juga kita saling mengingatkan, “yuk makan dulu yuk!” Dan terus begitu sampai naga api di perut Nunu menyerang! Akhirnya karena bingung, kita jajan Mango Sticky Rice dulu. Yey ini enak banget. Lokasinya ada di sebelah kiri dari foto di bawah ini nih (jangan tanya detailnya yah, gw juga lupa, gila sih ini Pattaya Floating Market itu luas banget).

Mango Sticky Rice yang kita makan ada di sebelah kiri persis dari Fathmah berdiri.
Sudah selesai ganjel perut dengan Mango Sticky Rice baru deh kita cari makan beneran. Jadi di sepanjang Floating Market ini kita bisa liat toko-toko souvenir Thailand yang lucu-lucu banget, terus ada juga toko baju yang ga kalah lucunya, dan tentunya tempat-tempat makan. Juga kita akan melihat sungai di sisi samping lainnya. Di sana juga ada perahu kano kecil gitu, kita bisa naikin buat keliling Pattaya Floating Market, tapi bayar lagi. Kita waktu itu sih ga naik ya, karena cuaca panas banget juga.

Perahu kano yang bisa dinaiki oleh pengunjung Pattaya Floating Market.
Finally kita menemukan tempat makan yang secara official telah diputuskan oleh seluruh peserta liburan. Haha. Gatau namanya apa ya, tapi gw fotoin nih guys tempatnya, haha. Gw fotoin karena disini jual Tom Yam Koong yang enak parah! Ini beneran Tom Yam paling enak yang pernah gw makan di Indonesia. Tempatnya juga lumayan asik lah, kita pilih meja yang menghadap sungai. Jadi makan dengan pemandangan orang lalu lalang di seberang sana, dan sesekali ada perahu kano lewat. Sayangnya memang disini itu susah nyari makanan halal, jadi paling kita tanya aja apakah ini pakai pork atau tidak, kalau iya, kita minta ganti dengan ayam atau daging. Ya walaupun sebenernya tempat cucinya pasti masih bergabung, atau mungkin di bahannya masih ada kandungan lard-nya. But, gw Cuma berdoa aja sebelum makan semoga Allah mengampuni dosa hamba-Mu ini yang sudah kelaparan. Haha.

Restaurant tempat makan siang di Pattaya Floating Market yang menjual Tom Yang Koong yang enak banget.
Nah disinilah kejadian lengan baju Inka kecelup kuah Tom Yam sampai dua kali. Haduh heran ya sama ini anak. Sungguh ceroboh emang anaknya, haha.

Nah abis makan, baru deh kita belanja-belanja Souvenir dan makanan untuk konsumsi pribadi maupun oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman. Tempat kita belanja Souvenir di sini, penjualnya bisa Bahasa Indonesia loh, sungguh bahagia rasanya, ga perlu pake bahasa tubuh lagi. Haha. Di Pattaya Floating Market juga ada toko yang khusus menjual produk-produk Taokaenoi. Untuk ukuran harga di Pattaya Floating Market ini bisa kita bilang murah kalau kita jago nawar, kaya totte bag lucu motif-motif khas Thailand bisa dapet harga THB 75. Tapi untuk pakaian, harganya standard. Ada pakaian-pakaian pria yang oke modelnya, harganya berkisar THB 500 untuk setiap satu piece-nya. Jadi bisa THB 1000 kalau satu setel. But, harga-harga di sini masih bisa ditawar lah.

Selesai dari Pattaya Floating Market, kita lanjut ke Wat Phra Yai. Oya kita selama disini, hampir selalu menjamak solat Dzuhur dan Ashar, karena cukup sulit menemukan masjid. Gw sendiri sih sudah menjadwalkan kalau hari ini akan solat di hotel, kecuali kita menemukan masjid selama perjalanan.

Perjalanan ke Wat Phra Yai kita tempuh dengan menggunakan Grabcar lagiiii! Maklum punya promo code sih, haha. Lagipula cuaca lagi panas banget waktu itu, terus kita cape. Ya namanya juga backpacker not backpacker, pengen serba murah tapi serba males. Jadi selalu berujung dengan taksi. Haha. Tapi murah loh, kita naik Grab Cuma THB 135 untuk dua mobil. Per orang bayar THB 27 aja, alias Rp 11,000-lah. No problem lah ya! Daripada naik Songthaew, bisa ditembak harganya. Dan ga ada promo lagi. Hahaha.


Wat Phra Yai

Wat Phra Yai
Nah kalau tempat ini gratis baik buat pengunjung turis ataupun lokal. Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi juga di Pattaya. Jadi di tempat ini ada patung Buddha emas yang besar banget. Letak tempat ini agak naik ke atas bukit gitu. Untuk menuju ke atas sini pun, kita perlu naik tangga lagi. Tapi ga terlalu parah sih jumlah anak tangganya.

Kalau ke Wat Phra Yai, kita harus berpakaian sopan. Boleh pakai celana pendek untuk laki-laki, tapi kalau perempuan biasanya kalau pakai pakaian seksi atau bawahan pendek, nanti diminta untuk memakai selendang gitu (kaya selendang yang dikasih kalau ke Uluwatu Bali). Yang bisa kita lakukan di tempat ini hanya foto-foto aja sih. Kecuali kalian beragama Budha, disini juga ada tempat ibadahnya. Jadi selain beribadah menyembah patung Buddha emas raksasa ini, kalian juga bisa beribadah dengan dibimbing oleh seorang biksunya langsung.

Selain patung Buddha besar, ada juga patung Buddha-buddha yang lebih kecil lagi. Pemandangan di atas sini pun sangat bagus, kita akan disuguhkan wajah kota Pattaya di siang hari dari atas. Apalagi kalau sunset, bagus banget pastinya.

Pemandangan dari atas Wat Phra Yai

Mango King Pattaya

Rizky - Nunu - Inka - Ocem - Fathmah di Mango King Pattaya
Udah foto-foto di sana, langsung meluncur ke hotel pake Songtaew. Songtaew jadi pilihan terakhir, karena di lokasi ini kita gabisa pake Grab, banyak mafia taksi. Agak gak aman jadinya.

Sampe hotel kita sholat, mandi, lalu menunggu selesai Magrib, dan melanjutkan jalan-jalan malam di sekitar hotel. Baru beberapa ratus meter dari Hotel, kita menemukan sebuah food shop yang menjual Mango King. Di Indonesia, bukan main kan hits-nya makanan ini. Untungnya gw bisa merasakan langsung dari negeri asalnya. Hehe. Mangga-mangga di Thailand kebanyakan berwarna kuning muda gitu, kaya asem, tapi sebenernya rasanya manis.

Beres minum Mango King Pattaya, kita lanjut menyusuri jalan Pattaya. Banyak sekali bar dan gadis-gadis cantik di pinggir jalan menawari (you know la) haha. Tempat pijit yang terkenal, Thai Massage, juga banyak dijumpai di pinggir jalan. Ya kita sih waktu itu ga ada tujuan khusus, emang mau jalan-jalan malem aja. Jadi ga mampir-mampir. Terus di tengah jalan pun, gw sama Nunu tiba-tiba sakit perut. Tadinya nahan aja, eh taunya makin sakit. Akhirnya gw sama Nunu izin balik duluan, buru-buru balik ke hotel. Hahaha. Tapi yang lain bilang masih mau mampir masuk-masuk ke distro gitu.

Setelah semua kembali ke hotel, tutup buku, terus main poker. Cewe-cewenya kembali ke kamarnya, lalu gw berendam air hangat menghilangkan segala lelahnya jalan kaki seharian.

Ya inilah, akhir malam kita di Pattaya. Besok paginya kita harus check-out hotel dan kembali ke Bangkok. Nah, kita pulang ke Bangkok gapake bus. Lagi-lagi backpacker not backpacker, hahaha. Kita sewa mobil sama supirnya dari sang agen kita, phi Tee! Jadi nanti teman-nya phi Tee akan jemput kita di hotel jam 7 pagi untuk mengantarkan kita ke Metro Pratunam Hotel di Bangkok. Biayanya THB 1500 sudah termasuk supir. Ya, jatohnya sih Rp120rb per orang. Kita, sebagai orang males, setuju aja, karena dipikir travel Bogor-Bandung pun harganya lebih mahal, bisa Rp145rb. Belum lagi, kalau kita pakai bus kemarin itu, kita harus ngeluarin ongkos taksi ke Terminal Pattaya, terus dari terminal Bangkok-nya, cari kendaraan lagi ke hotelnya. Jadi pilihan travel ini adalah paling tepat menurut kita. Nyaman dan murah. Tadinya harganya ga segitu, tapi kita tawar-menawar sama phi Tee. Untung dia orangnya baik hehe. Bisa jadi rekomendasi buat kalian ya. Kontaknya di atas tadi.


Baiklah, selesai sudah cerita perjalanan gw dan geng travelanova di Pattaya. Panjang juga ya, padahal kita ga banyak tempat yang dikunjungi di Pattaya. Pantai pun engga, karena pantainya juga kurang bagus sih katanya. Bagusan di Phuket. Kita summary-in dulu aja ya tempat-tempat yang kita kunjungi sampai saat ini:


  • Alcazar Carbaret Show (Really recommended)
  • Best Bella Pattaya Hotel (Recommended pake banget)
  • Sanctuary of Truth (Not really recommended, expensive)
  • Pattaya Floating Market (Recommended, bisa beli oleh-oleh)
  • Wat Phra Yai (Recommended, apalagi gratis)
  • Mango King Pattaya (Recommended, biar merasakan sensasi makan Mango King di Negeri asalnya)
Akan ada banyak tempat yang lebih menarik lagi yang kita kunjungi di Bangkok. So, jangan lupa follow ya blog gw ini supaya bisa terus update atau subscribe bisa mendapatkan update new post via email kalian, karena cerita kita di Bangkok akan tayang beberapa saat lagi!

Anyway, ada yang tau kenapa nama gengnya Travelanova? Haha. Jadi kita ini alumni Statistics IPB, nah kita itu sangat dekat sekali hubungannya dengan Tabel Anova. Makanya geng liburan gw ini kita namain Travelanova. Hihi.

Yuk liat juga short video kita di channel Youtube gw di: https://youtu.be/1LVFTFygoYc

ขอบคุณครับ ! 👦



You May Also Like

2 comments

  1. Wuih siiip. Bagus tertata rapih ceritanya. Sayang dalam mata uangnya gak semua di rupiahkan. Hik
    Dan ga kebagian daftar dalam oleh2 thailand .... Heeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal kali aja 400 kalau mau dirupiahin haha. Duh gimana ya keabisan uang haha. Nanti oleh-oleh dari Lombok aja.

      Delete