IBX5B704C1A0281C

BRACES EXPERIENCE IN BOGOR DENTAL CENTER


Siapa yang takut ke dokter gigi? Aduh cemen banget deh. Hari gini udah ga zaman lagi takut ke dokter gigi kali. Hehe. Kenapa? Karena udah banyak dokter gigi yang menggunakan peralatan canggih dalam setiap treatment-nya. Salah satunya Bogor Dental Center ini. Mau tau bagaimana pengalaman gw dalam perawatan gigi di tempat ini hingga terakhir saya melakukan braces? Yuk simak ceritanya.


Jadi ceritanya akhir tahun 2016 yang lalu gw mau cari tempat scaling yang enak di Bogor, karena sebelumnya memang ga rutin ke dokter gigi. Padahal scaling itu sangat perlu loh, minimal dua kali dalam setahun. Nah apa itu scaling? Hey... anak matematika atau statistika, bukan proses pengukuran skala atau semacamnya ya haha. Scaling gigi itu proses pembersihan karang gigi. Sikat gigi dua kali sehari saja tidak cukup guys, apalagi yang buat kamu yang merokok atau gemar minum kopi seperti saya. Kata dokternya wajib melakukan scaling minimal dua kali dalam setahun untuk membersihkan karang gigi.

Karang gigi itu sendiri sebenarnya adalah plak yang termineralisasi yang menempel dan mengeras pada gigi. Kalau udah mengeras gini, saliva pada mulut kita udah lagi ga bisa bersihin ini, bahkan sikat gigi saja tidak bisa. Oleh karena itu, perlu deh memeriksakan diri ke dokter gigi buat scaling ini. Kalau ga gimana? Hmm... kata dokternya siap-siap aja gigi kamu bolong, perubahan warna gigi menjadi kuning, ngilu pada gusi, dan efek lainnya yang tentu ga kita inginkan.

Nah balik lagi saat nyari tau tempat scaling yang enak di Bogor, waktu itu langsung nanya ke temen-temen SMA di grup whatsapp. Wah banyak banget rekomendasinya, mulai dari rumah sakit besar sampai klinik dental center yang kecil. Gw sih mikir kalau rumah sakit besar pasti mehong ya cin, wkwk. Jadi inget waktu itu tambal gigi di rumah sakit aja sampe habis Rp900rb. Huaaa shock. Untung masih bisa dicover asuransi dari kantor. Nah, dari banyak rekomendasi gw cari tau satu-satu, kalau ada instagramnya gw cari tau di instagram. Eh ternyata terpincut lah sama Bogor Dental Center ini. Konten instagramnya menarik, terus sepertinya adminnya aktif memberikan info-info seputar gigi dan perawatannya. Akhirnya nyobain deh scaling di sana.


TEMPATNYA LUCU


Bogor Dental Center ini sebenarnya satu grup juga nih sama Melisa Dental Care. Gw sih belum konfirmasi, tapi dari kontennya sama sih. Bedanya Melisa Dental Center itu ada di Apartemen Thamrin Residence Ruko RTD/LG/D-09 Jakarta, sedangkan Bogor Dental Center ini ada di:

Bogor Dental Center (Dokter Gigi Bogor)
Jl KS Tubun Ruko 7 No.12 Wr Jambu Bogor (Samping Papaho Hotel)
FREE Konsultasi
via LINE : @bogordentalcenter
via Whatsapp : 0813 3000 1100
Jam Praktek : 10.00-20.00

Kalau kalian tahu Hotel Papaho, nah persis banget di sebelahnya. Jadi tempatnya ruko gitu. Lantai 1 nya itu tempat Body and Spa, sedangkan lantai duanya Bogor Dental Center. Tapi mereka bersatu, jadi resepsionisnya sama aja ada di lantai 1. Ruang tunggunya pun sama ada di lantai 1.


Ruang Tunggu Bogor Dental Center. Pic source: Instagram Bogor Dental Center.
Nah yang seru, waktu masuk ruang praktiknya. Sangat full color dan lucu. Ini sih kalau masuk sini bukan kaya masuk ruang dokter, tapi kaya masuk rumah boneka barbie. Jadi memang Bogor Dental Center ini didesain supaya anak kecil juga ga takut lagi ke dokter gigi.

Kunjungan anak-anak TK ke Bogor Dental Center. Pic source: Instagram Bogor Dental Center.
Tuh kan liat anak-anak lucu ini waktu kunjungan ke dokter gigi di Bogor Dental Center. Mereka ga takut sama sekali kan, kayanya asik banget tuh mainin sikat gigi. Hahaha.

Nah waktu treatment berjalan, kamu juga ga akan deh bosen, karena tinggal minta nyalain TV aja, terus request mau film apa (kalau ada ya haha). Biasanya film kartun sih pasti ada, kaya kemarin gw disetelin film Moana karena mulai mengantuk waktu dipasang biji behel yang banyak dan lama. Haha. Kalau gini kan jadinya ga bosen lagi ya guys. 

Perawatan gigi sambil menonton film. Pic source: Instagram Bogor Dental Center.

DOKTER-DOKTER BDC

Nah dokter-dokter di sini masih pada muda guys dan cantik-cantik. Iya cantik-cantik, karena gw sih belum pernah liat ada dokter cowo di sini haha. Dari dokter sampai perawatnya adalah perempuan. Mereka ramah-ramah sama pasien dan juga perhatian (awas baper ya wkwkwk). Nah berikut adalah beberapa dokter di BDC ya, yang paling pertama itu dokter yang menangani gw, namanya dokter Yosefa Bono. Kalau yang lainnya gatau deh namanya siapa, asal pick aja gitu dari Instagram BDC. Hehe. Alhamdulillah, dokter-dokternya (dan pasiennya) pada cantik. Wkwkwkwk.

Dokter Bono dan pasiennya

Pic source: Instagram Bogor Dental Center

Pic source: Instagram Bogor Dental Center

Pic source: Instagram Bogor Dental Center

PERAWATAN GIGI DI BOGOR DENTAL CENTER

Jadi kalau ada yang tanya, emang bisa perawatan/penanganan apa aja sih di Bogor Dental Center ini? 
1. Cabut Gigi
2. Tambal Gigi (tambal gigi berlubang atau komposit)
3. Scaling Gigi
4. Whitening
5. Braces (Conventional & Damon)

Gw juga sih kurang pasti ada apa aja ya selain di atas, kalau kalian ada masalah lainnya, mungkin kalian bisa tanya langsung aja di Line-nya.

Harganya? Wah gw rasa harganya sih cukup kompetitif yah. Misal scaling gigi di sini Rp350rb aja. Tapi kalian bisa dapetin harga lebih murah looh. Gimana caranya? Nah follow instagram Bogor Dental Center deh. Di sana suka ada info promo loh, misalnya promo scaling Rp350rb untuk berdua. Nah lumayan kaan, jadinya dapet potongan 50%. Banyak promo lainnya loh, jadi gw sih saranin follow aja dulu Instagramnya.

BRACES DI BOGOR DENTAL CENTER

Rizky Ardinsyah melakukan braces di Bogor Dental Center.

Pertengahan tahun 2017 gw melakukan pencabutan wisdom teeth yang kanan di RS PMI oleh drg. Sutarto. Kemudian gigi atas yang berhadapannya juga dicabut. Itu karena posisi gigi bungsunya tiduran. Sebenernya gigi yang kiri juga sama, tapi yang kanan lebih parah karena giginya nabrak gigi geraham yang depannya, jadi bikin bolong. 

Gw tuh udah putus asa sih ngeliat gigi yang berantakan. Posisi giginya beda-beda, besarnya juga ga sama. Haduh liatnya aja aneh ko gini amat ya. Hahaha. Gw terus konsultasi ke beberapa temen yang ambil prodi dokter gigi, terutama Rizki Amalia dan Prima Yuri Perwita yang selalu gw ganggu-ganggu buat ditanyain ini itu. Bahkan sebelum bedah gigi bungsu pun, gw recokin mereka dengan berbagai pertanyaan. Anyway thank you ya kalian buat segala saran dan masukannya. Mereka juga yang meyakinkan bahwa gigi gw bisa rapi. 

Nah setelah beberapa purnama, akhirnya awal tahun ini gw beranikan buat behel gigi. Tentu bukan buat gaya aja ya, buat apa deh gaya dengan cara behel. Gila behel itu menderita sih. Hiks. Harapan gw dengan braces ini adalah gigi gw bisa jauh lebih rapi. Rahangnya lebih normal lagi.

Foto sebelum pemasangan braces di Bogor Dental Center.
Seperti yang gw bilang sebelumnya, kalau kali ini gw ditangani sama drg. Bono. Sebelum behel, gw lakuin scaling dulu. Baru seminggu kemudian balik lagi buat cetak gigi sekaligus braces. Braces ada dua macam, yang Conventional atau yang Damon. Setelah konsultasi, kata drg. Bono sih harusnya gw pasang behel Damon. Kenapa? Jadi permasalahan gigi gw yang berantakan adalah karena rahang mulutnya yang kecil. Dan ini adalah masalah banyak orang juga ternyata. Dengan braces Damon itu bisa buka rahang lebih lebar, lebih cepat, dan rasa sakit yang lebih kecil dibanding braces Conventional. Hanya saja harganya lebih mahal (ya ada uang ada barang ya kalau istilah market-nya). Haha. Tapi kata drg. Bono yang Conventional juga masih bisa, cuma waktunya mungkin lebih lama dan kontrolnya lebih rutin. Jadi kalau pakai braces Conventional itu kontrolnya bisa 3 minggu 1x, sedangkan kalau Damon braces cukup 2 bulan 1x.

Dalam proses braces Conventional ini gw juga jadi harus cabut empat gigi katanya buat memberikan lahan yang lebih lebar agar posisi-posisi giginya bisa kembali normal. Dalam hati, "buset abis gigi gw". Haha. Tapi tenang, hal ini wajar kalau kalian pasang braces dan rahang kalian memang kecil. Dokter juga ga asal cabut gigi aja, mereka juga akan memperhitungkan jumlah gigi atas dan bawahnya. Karena mereka juga ga cuma memperbaiki gigi agar rapi aja, tapi juga akan memperhatikan estetika dari gigi dan rahang kita. Bahkan drg. Bono menyarankan gw buat cabut aja wisdom teeth satunya lg. Huaa, itu butuh pembedahan dan bikin gabisa makan seharian. 

Braces Conventional Ceramic

Dari dua jenis braces tadi, kalau gw sih lebih milih yang ceramic ya, karena biar ga terlalu mencolok. Secara estetika pun kayanya menurut gw lebih bagus. Hehehe. Emang lebih mahal dari braces metal. Jadi kalau yang ceramic ini dia ga berwarna bijinya (sebut aja biji lah yah, gw gatau namanya apa haha). Tapi karetnya kalau kalian mau ganti-ganti warna bisa ko. Kebetulan kalau gw ini pake karet bening juga. Lagian ini masih awal-awal behel, jangan terlalu mencolok biar ga dicengin ahhaa.


Gimana sekarang setelah braces?

Hari pertama sih masih bisa makan ya walaupun sulit ngunyah, karena kebetulan gw juga dipasang tambal ganjelan. Kata dokternya ini karena posisi rahang gw yang ga terlalu pas waktu buka tutup jadi bisa kena salah satu biji behelnya. Jadi dia kasih tambalan sementara buat ganjel biar tutupan rahangnya ga terlalu dalem. Dia bilang ini sementara aja sampai nunggu posisinya bener lagi. Tapi sedihnya, ini bermasalah waktu gw ngunyah. Pake behel aja bikin susah ngunyah, apalagi dipakein ganjelan gini. Huhuhu.

Parahnya waktu hari kedua, pas bangun tidur, gile deh sakit banget rahang. Ngilu semua. Huaaaaa gabisa makan. Saraopan cuma sanggup empat sendok aja, mana hari kedua ini gw ada UTS di Jakarta. Waktu UTS lumayan kelaperan, terus pas dapet makan siang, makan siangnya gabisa dimakan. Cuma dua sendok, lalu menyerah. Lapeeer. Haha. Jadi pas sampe Bogor, merapat ke Tawan Botani Square buat beli bubur yang mangkoknya gede itu haha.

Penderitaan lainnya, setiap udah makan itu gigi kaya kotor banget karena banyak makanan yang nyangkut. Bahkan sepertinya tiap butiran nasi nyangkut di antara braces antar gigi. Harus dibersihin pakai sikat WC khusus super mikro. Wkwkwk. Iya bentuknya kaya sikat WC, hanya saja ukurannya mikro.

Sikat gigi pun harus dengan dua sikat gigi, yang depan pakai sikat gigi Orto khusus untuk orang yang dibehel, terus gigi bagian dalem pakai sikat gigi biasa. 

Yaampun menderita deh. Jadi buat kalian yang punya gigi rapi, harus disyukuri ya. Jangan lupa sering dirawat dengan sikat gigi dan scaling supaya kesehatan gigi tetap terjaga, ga bolong dan ga berubah warna. Dan yang mau dibehel cuma buat gaya-gaya, please sumpah kaga enak deh.

Temen gw aja ada yang turun 4kg selama dibehel karena susah makan. Nah daripada mau gaya-gaya, mendingan yang mau diet aja deh sini pake behel. Cocok wkwkwk.

Ya gw pun begitu, susah makan. Dan gabisa makan barbar. Padahal belakangan nafsu makan sedang tinggi, mungkin karena sedang masa pertumbuhan. Hahaha.


Baiklah guys, jadi segitu dulu aja cerita tentang pengalaman perawatan gigi di Bogor Dental Center. Intinya sih kalau kalian nanya gimana pelayanan di Bogor Dental Center, gw bakal jawab sangat baik. Setiap gw buat jadwal, pasti sehari sebelumnya diingetin di Whatsapp atau Line kalau besok ada jadwal perawatan gigi. Jadi mereka pastiin kita ga lupa. Tempatnya oke dan bersih, lalu dokternya pun baik-baik dan ramah. Happy deh! Yuhuuu.


"A smile is the prettiest thing you can wear."









You May Also Like

4 comments

  1. Nanya dong kak, itu drg spesialis ortho? Soalnya klo pasang kawat gitu kudu di sp ortho kan yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Almira, sebelumnya mohon maaf ya slow response. Di sana ada spesialis Ortho dan ada yang tidak namun sudah berpengalaman. Namun walaupun tidak spesialis, mereka setau saya tetap mendapatkan pendidikan melalui workshop internal. Sejauh ini saya sih percaya dengan Bogor Dental Center. Semoga jawaban ini membantu ya :)

      Delete
  2. Replies
    1. Untuk braces 6.5jt (ini special price, normal 12jt), kontrol 150rb, ganti kawat 400rb (tidak setiap bulan), scaling 350rb.

      Delete