Navigation Menu

[GIVEAWAY 2] AN EMBER IN THE ASHES

Photo by Rizky Ardinsyah

Sudah siap dengan Giveaway yang kedua? Mana suaranyaaaa? #Ea


Tahun 2018 ini gw bakal lebih banyak membaca buku. Asek. Tapi kalian gatau kan buku apa? Sedihnya... kemungkinan sih buku-buku yang gw baca adalah buku-buku ujian profesi Actuary ketimbang novel-novel lokal maupun import. ๐Ÿ˜” Hahaha. Jujur aja gw udah lupa deh kapan terakhir baca Novel, padahal dulu waktu masih sekolah seneng banget baca novel. Apalagi kalau udah baca novel Harry Potter, dieeeeem aja di kamar bisa sampe seharian baca itu novel biar cepet tamat. Gw bukan tipe pembaca yang cepat kaya temen-temen gw. Mungkin mereka bisa lahap itu novel 3-7 hari, tapi gw bisa deh sampe dua minggu. Saat temen gw juga baca komik bisa cuma dua-tiga jam, gw bisa seharian. Entah gw lambat atau temen gw kelewat cepet. Atau gw bacanya make dipikir dan direnung dulu makanya jadi lama? Wkwkwk.

Tapi bagaimanapun, membaca adalah suatu kegiatan yang bermanfaat. Buku apapun, even koran, jurnal, atau majalah, pasti tidak akan sia-sia kalau dibaca. Dengan membaca, kita bisa mendapatkan informasi-informasi baru yang belum kita ketahui. Cuma masalahnya, konten yang kita baca mungkin akan mempengaruhi minat kita untuk membacanya. Semakin kita menyukai kontennya, pasti kita akan lebih bersemangat membacanya. Kaya dulu waktu SMP-SMA, novel Harry Potter yang tebel itu gw baca karena memang gw adalah fans berat Harry Potter.

Sekarang, saat udah masuk ke dunia kerja, kayanya waktu lah yang akan menjadi constraint untuk membaca. Ya pasti yang udah kerja bisa ngerasain deh, waktu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Kalau kata temen, "Dulu waktu kuliah kayanya punya banyak waktu buat traveling, tapi uang yang membatasi. Sekarang udah bisa cari uang sendiri, tapi ga ada waktu buat traveling."

Wagelaseeh iya banget!

Cuma... ya itu semua tergantung pekerjaan apa yang kita lakuin. Masih banyak juga orang yang bekerja tapi masih sempat baca buku atau novel. 

Kalau gw termasuk orang yang udah susah baca novel, tebak kenapa coba? Jadi gw bekerja sebagai Actuary. Sebenernya gw belum resmi menjadi Actuary sih kalau belum mendapatkan sertifikasi. Nah untuk mendapatkan sertifikasi resmi dari Persatuan Aktuaris Indonesia, para calon aktuaris harus mengikuti ujian profesi hingga 10 modul. Kita tidak dibekali materi apapun, jadi harus belajar sendiri. Jadwal ujiannya sudah dirancang oleh PAI dari awal tahun. Misal tahun 2018 ini, ujian aktuaris akan diadakan bulan Mei dan November. Materinya pun belum tentu yang kita pelajari di kuliah. Misal gw kuliah jurusan Statistik, tapi gw harus ikut ujian Akutansi. Wth! Kan basic-nya aja ga pernah dapet itu Akutansi, akhirnya gw harus baca buku Akutansi yang tebel kaya bantal.

Itu kenapa gw bilang udah susah baca novel. Bukan ga ada waktu, tapi gw lebih mengutamakan baca itu textbook ujian dulu sih sampe udah lulus 10 modul. Kalau baca novel, tapi gabaca buku ujian, rasanya merasa berdosa deh. Wkwkwk. Itu udah jadi tanggung jawab juga sih, ujiannya dibayarin kantor, tapi kalau ga lulus nanti bayar sendiri di ujian berikutnya. Dan mahal. Makanya harus lulus sih (kalau bisa wkwk) daripada nanti bayar sendiri ya kaan.

Lah kok jadi curhat ya...

Oke balik lagi. Jadi walaupun kita udah ga kuliah atau sekolah, tetep ya membaca itu wajib. Jadikan membaca sebagai budaya dalam kehidupan kita. Jadikan membaca sebagai tiang untuk Indonesia yang lebih pintar.

Nah supaya kalian bersemangat dalam mulai membaca lagi, gw bakal kasih buku gratis! Horray! 

Ini adalah novel salah satu karya Sabaa Tahir yang masuk ke dalam New York Time Best Seller. Novel ini juga mendapat rating yang bagus (4.32) di www.goodreads.com. 

An Ember in the Ashes karya Sabaa Tahir.

Sekilas tentang Penulis:

Sabaa Tahir adalah seorang penulis cerita fantasi/fiksi asal Pakistan-Amerika. Dia menyukai membaca sejak kecil, karena Sabaa sendiri memang sejak kecil tidak memiliki televisi. Membaca akhirnya menjadi hiburan Sabaa waktu itu. Kemudian Sabaa sekolah di University of California Los Angeles (UCLA) dan memulai karirnya di Washington Post setelah lulus. Pada April 2015, Tahir mempublikasikan novel pertama karyanya yang berjudul An Ember in the Ashes. Novel ini mendapatkan respon positif dari para pembacanya, bahkan bisa masuk ke dalam New York Times Best Seller. Tidak hanya itu, Amazon juga menganugerahi novel ini sebagai buku terbaik di bulan Mei-nya dalam kategori "The Best Young Adult Book for 2015" dan masuk empat besar untuk kategori buku secara umum.

Sekilas tentang Novel An Ember in the Ashes:

Novel ini adalah seri pertama dari An Ember in the Ashes series karya Sabaa Tahir. Novel keduanya A Torch Against the Night sudah dipubikasikan juga pada tahun 2016.

Terinspirasi dari kisah Ancient Rome, novel ini menceritakan seorang anak perempuan bernama Laia yang rela menjadi mata-mata Komandan Blackcliff, kepala sekolah militer terbaik di Imperium, demi mendapatkan bantuan untuk membebaskan kakak laki-lakinya yang ditahan dengan tuduhan pemberontakan. Saat menjalankan perannya itu, Laia bertemu dengan seorang prajurit elite bernama Elias.

Elias membenci militer dan ibunya, Sang Komandan yang brutal. Elias berencana untuk melarikan diri dari Blackcliff, meski harus menanggung risiko dicambuk sampai mati jika ketahuan.

Elias dan Laia, keduanya akan segera menyadari bahwa nasib mereka akan saling silang, dan keputusan-keputusan mereka akan menentukan nasib Imperium, dan bangsa mereka.


Nah lebih lengkapnya lagi, biar ga spoiler. Yuk ikutan GIVEAWAY kedua gw di Instagram! Gw akan memberikan buku ini gratis untuk satu orang pemenang (tanpa dipungut biaya apapun). Giveaway kedua ini baru akan dimulai pada tanggal 7 Maret 2018. Oke!

Caranya:
1. Follow akun instagram @rizkyardinsyah.
2. Follow blog www.rizkyardinsyah.com dengan akun google kalian (yang dibawah follow by email).
3. Berilah komentar pada post-an giveaway di IG gw (post-annya kaya di bawah ini) dengan alasan kenapa kamu suka membaca lalu mention dua orang temen kalian dalam komen tersebut.


Peserta giveaway dengan komentar terbaik akan dipilih 
dan berhak mendapatkan Novel An Ember in The Ashes karya Sabaa Tahir. Yeay!
Pemenang akan diumumkan pada tanggal 20 Maret 2018 
di akun instagram @rizkyardinsyah 
dan blog www.rizkyardinsyah.com.




0 Comments:

[REVIEW] BIO-ESSENCE NOURISHING FOAMY CLEANSER

Photo by Rizky Ardinsyah

[GIVEAWAY CLOSED]

Sesuai janji gw pada kalian, ceileh, gw bakal buat GIVEAWAAAAY yeaay. Nah ini giveaway pertamanya, yaitu Bio-essence Nourishing Foamy Cleanser. For your information, Bio-essence adalah brand skin-treatment asal Singapura sejak 2001, namun baru masuk Indonesia pas Agustus 2015. Produknya bagus ga sih?

Good question. Awalnya gw juga gatau dan pasti takut dong mencoba produk perawatan kulit yang baru. Apalagi dipakainya di muka, kalau ga cocok bisa jerawatan atau merah-merah. Pertama kali tau brand ini dari temen waktu merekomendasikan produk Bio-essence Exfoliating Gel-nya. Luar biasa sih enak banget dan bermanfaat mengangkat sel kulit mati secara langsung. Akhirnya sampai sekarang pun masih pake. Bahkan gw juga coba menggunakan beberapa produk Bio-essence lainnya, dan sekarang pakai 4 produk. Salah satunya, facial foam ini.

Kenapa ga takut pakai Bio-essence? Pertama, coba-coba yang berhasil dan cocok di kulit. Hahaha. Kedua, Bio-essence ini ternyata menggunakan Perpaduan Teknologi Bio-Energy yang membantu proses penyerapan nutrisi dengan optimal. Bio-essence juga menggunakan bahan kecantikan alam langka seperti, Royal Jelly dan Bird's Nest, yang diformulasikan ke dalam beberapa range produk salah satunya adalah Royal Jelly + ATP (Adenosine Triphosphate).

Bio-essence Nourishing Foamy Cleanser

Nah nah nah! Royal Jelly + ATP ini ada di dalam Nourishing Foamy Cleanser ini loh! Jadi facial wash ini dapat mengangkat debu dan kotoran pada pori sekaligus membantu menghaluskan kulit. Kandungan lainnya ada Bio Energy Fluid, Bio Mineral Amino Acid Essence, Royal Jelly, ATP, Tanaka Tree Bark Extract, Cucumber Extract, dan Gingko yang secara keseluruhan memberikan effect positif dalam menutrisi kulit dengan mineral dan trace mineral, membantu menjaga kelembaban kulit, dan meningkatkan penyerapan nutrisi kulit.

Foam yang ada dalam Bio-essence Nourishing Foamy Cleanser ini berwarna putih dan bertekstur lembut. Ketika kita usapkan di tangan sebelum dipakai, seperti namanya, facial wash ini memiliki foam/busa yang banyak dan lembut. Untuk kamu yang punya jenis kulit berminyak, facial wash ini sangat cocok nih karena benar-benar mengangkat minyak di wajah kalian. Tapi buat yang punya jenis kulit kering, mungkin bisa dikombinasikan dengan Gel Toner atau Bio Water setelah penggunaan facial wash ini.

Gw sendiri pakai Bio-essence Gel Toner Bird's Nest Nutri-Collagen & Whitening Advancer dan Bio-essence Gold Water-nya. Karena jujur aja kulit gw ini jenis kombinasi, kadang kering dan kadang kaya kilang minyak. Jadi untuk menjaga kulit lebih lembab lagi (walaupun dalam facial wash ini mengklaim dapat membantu melembabkan kulit), gw tetep bantu dengan Gel Toner atau Gold Waternya pada malam hari sebelum tidur. Dan saat bangun, kulit wajah menjadi fresh lagi.

Kamu sudah coba facial wash ini? Belum. Tapi mau coba?
Pas banget! Sekarang gw lagi mengadakan Giveaway nih dan secara gratis (tanpa dipungut biaya apapun) akan mendapatkan satu buah Bio-essence Nourishing Foamy Cleanser.

CARANYA:
1. Follow akun instagram gw @rizkyardinsyah
2. Follow blog www.rizkyardinsyah.com dengan akun Google kalian. (Follow ya, bukan subscribe)
3. Comment dengan hashtag  #๐Ÿdone di kolom komentar post-an Giveaway di Instagram @rizkyardinsyah (lihat gambar di bawah), lalu tag 3 teman kalian dan ajak untuk ikutan Giveaway ini.





Pemenang akan dipilih secara acak dan diumumkan pada tanggal 22 Februari 2018. Hadiah akan dikirimkan ke alamat kalian secara gratis (tanpa dipungut biaya apapun)!

Ayo ikutan dan tunggu pengumuman giveaway kedua! Merci beaucoup!

2 Comments: